GAYA
KEPEMIMPINAN TERHADAP MOTIVASI KERJA
Kepemimpinan merupakan salah satu isu dalam manajemen yang cukup menarik di
perbincangkan, peran kepemimpinan yang sangat strategis dan penting bagi
pencapaian misi,visi dan tujuan suatu organisasi. berhasil atau tidaknya suatu
perusahaan tergantung dari kualitas sii pemimpin dalam membagi tugas atau
strategi yang tepat untuk hasil yang diinginkan.
Organisasi yang
berhasil dalam mencapai tujuan serta mampu memenuhi tanggug jawab sosialnya
akan sangat tergantung pada para pimpinan. Bila pimpinan mampu melaksanakan
dengan baik, sangat mungkin organisasi tersebut akan mencapai sasarannya. Suatu
organisasi membutuhkan pemimpin yang efektif, yang mempunyai kemampuan
mempengaruhi perilaku anggotanya atau anak buah. Jadi, seorang pemimpin atau
kepala suatu organisasi akan diakui sebagai seorang pemimpin apabila ia dapat
mempunyai pengaruh dan mampu mengarahkan bawahannya kearah pencapaian tujuan
organisasi.
Gaya
kepemimpinan adalah suatu cara yang digunakan oleh seorang pemimpin dalam
mempengaruhi perilaku orang lain. Gaya kepemimpinan merupakan norma perilaku
yang dipergunakan oleh seseorang pada saat orang tersebut mencoba mempengaruhi
perilaku orang lain. Setiap pemimpin memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda”
karena setiap orang mempunyai cara yang strategis untuk menggapai suatu tujuan.
Untuk masalah
kepemimpinan sering muncul akhir’ ini karena seseorang yang hidup berkelompok
ingin menghasilkan keuntungan demi kelompoknya dan dirinya sendiri tampa peduli
dengan bawahannya.
Kepemimpinan
diartikan sebagai proses mempengaruhi dan mengarahkan berbagai tugas yang
berhubungan dengan aktivitas anggota kelompok. Kepemimpinan juga diartikan
sebagai kemampuan mempengaruhi berbagai strategi dan tujuan, kemampuan
mempengaruhi komitmen dan ketaatan terhadap tugas untuk mencapai tujuan
bersama; dan kemampuan
mempengaruhi kelompok agar
mengidentifikasi, memelihara dan mengembangkan budaya organisasi (Stogdill
dalam Stoner dan Freeman 1989 : 459-460). Unsur-unsur kepemimpinan
menurut Stogdill adalah:
a) Adanya
keterlibatan anggota organisasi sebagai pengikut.
b) Distribusi
kekuasaan di antara pemimpin dengan anggota organisasi.
c) Legitimasi
diberikan kepada pengikut.
d) Pemimpin
mempengaruhi pengikut melalui berbagai cara.
Adapun fungsi pemimpin adalah sebagai
berikut :
1.
Fungsi Interpersonal (The Interpersonal
Roles)
Fungsi ini
dapat ditingkatkan melalui jabatan formal yang dimiliki oleh
seorang pemimpin dan antara pemimpin dengan orang lain.
Fungsi interpersonal terbagi menjadi 3, yaitu :
a)
Sebagai Simbol Organisasi (Figurehead).
Kegiatan yang dilakukan dalam menjalankan fungsi sebagai simbol
organisasi umumnya bersifat resmi, seperti menjamu makan siang pelanggan.
b)
Sebagai Pemimpin (Leader). Seorang
pemimpin menjalankan fungsinya dengan menggunakan pengaruhnya untuk memotivasi
dan mendorong anggotanya untuk meningkatkan prestasi kerja sehingga tujuan
organisasi dapat tercapai dengan maksimal.
c)
Sebagai Penghubung (Liaison). Seorang
pemimpin juga berfungsi sebagai penghubung dengan orang diluar lingkungannya,
disamping ia juga harus dapat berfungsi sebagai penghubung antara manajer dalam
berbagai level dengan bawahannya.
2.
Fungsi Informasional (The Informational
Roles)
Seringkali
pemimpin harus menghabiskan banyak waktu dalam urusan menerima dan menyebarkan
informasi. Ada tiga fungsi pemimpin disini.
- Sebagai Pengawas (Monitor). Untuk mendapatkan informasi yang valid, pemimpin harus melakukan pengamatan dan pemeriksaan secara kontinyu terhadap lingkungannya, yakni terhadap bawahan, atasan, dan selalu menjalin hubungan dengan pihak luar.
- Sebagai Penyebar (Disseminator). Pemimpin juga harus mampu menyebarkan informasi kepada pihak-pihak yang memerlukannya.
- Sebagai Juru Bicara (Spokesperson). Sebagai juru bicara, pemimpin berfungsi untuk menyediakan informasi bagi pihak luar.
3.
Fungsi Pembuat Keputusan (The Decisional
Roles)
Ada empat
fungsi pemimpin yang berkaitan dengan keputusan.
a Ada empat
fungsi pemimpin yang berkaitan dengan keputusan.
·
Sebagai Pengusaha (Entrepreneurial).
Pemimpin harus mampu
memprakarsai
pengembangan proyek dan menyusun sumber daya yang
diperlukan.
Oleh karena itu
pemimpin harus memiliki sikap proaktif.
· Sebagai Penghalau Gangguan (Disturbance
Handler). Pemimpin sebagai penghalau gangguan harus bersikap reaktif terhadap
masalah dan tekanan situasi.
· Sebagai Pembagi Sumber Dana (Resource
Allocator). Disini pemimpin harus dapat memutuskan kemana saja sumber dana akan
didistribusikan ke bagian-bagian dari organisasinya. Sumber dana ini mencakup
uang, waktu, perbekalan, tenaga kerja dan reputasi.
· Sebagai Pelaku Negosiasi (Negotiator).
Seorang pemimpin harus mampu melakukan negosiasi pada setiap tingkatan,
baik dengan bawahan, atasan maupun pihak luar.
Suatu
organisasi membutuhkan pemimpin yang efektif, yang mempunyai kemampuan
mempengaruhi perilaku anggotanya atau anak buahnya. Jadi, seorang pemimpin atau
kepala suatu organisasi akan diakui sebagai seorang pemimpin apabila ia dapat
mempunyai pengaruh dan mampu mengarahkan bawahannya ke arah pencapaian tujuan
organisasi.

0 komentar:
Posting Komentar