PERILAKU PRODUSEN
Sebuah usaha produksi baru bisa bekerja dengan baik bila dijalankan oleh produsen atau yang sering kita sebut pengusaha. Pengusaha adalah orang yang mencari peluang yang menguntungkan dan mengambil risiko seperlunya untuk merencanakan dan mengelola suatu bisnis.
Sekarang ini banyak sekali usaha” kecil seperti tempat makan,
tempat nongkrong remaja” oleh sebab itu para produsen memanfaat kondisi ini
mereka berusaha membangun atau membuat tempat” yang asik namum harganya
terjangkau maka dari itu banyak beberapa rumah makan atau tempat” belajanja
yang menawarkan diskon besar”an kenapa demikian karena diIndonesia khususnya
sudah banyak sekali rumah makan,tempat belanja dll oleh sebab itu seorang
produsen menciptakan ide” supaya produk yang mereka jual laku dan mendapatkan
laba dengan metode by 1 get 1 atau diskon 50% tidak akan merugikan konsumen
sebab semakin banyak yang beli maka hasilnya pun semakin imbang dengan harga
normal.
Berikut beberapa cara yang harus dilakukan oleh produsen :
a. Perencanaan
Perencanaan antara lain terkait
dengan penyusunan strategi, rencana bisnis, serta visi perusahaan. Ia harus tau
apa yang ingin ia capai dan bagaimana cara mencapai tujuan tersebut.
b. Pengorganisasian.
Semua sumber daya yang ada
harus bisa ia kelola untuk mencapai tujuan perusahaannya, baik sumber daya,
modal, maupun manusia.
c. Pengarahan.
Agar rencana bisa terwujud,
pengusaha wajib mengarahkan dan membimbing anak buahnya.
d. Pengendalian.
Kemampuan ini ada hubungannya
dengan bagaimana hasil pelaksanaan kerja tersebut. Apakah sesuai dengan rencana
atau justru sebaliknya.
v
Perilaku produsen yang
menguntungkan
a. Memiliki keahlian pengusaha,
berperilaku profesional sehingga mampu menciptakan ha sil produksi yang sesuai
dengan kebutuhan dan daya beli masyarakat.
b. Mampu meningkatkan produksi
dengan menentukan komposisi faktor-faktor produksi yang dapat meminimumkan
biaya.
c. Berusaha dan mampu memperoleh
keuntungan maksimal yang digunakan antara lain untuk meningkatkan dan
masyarakat di sekitar perusahaan.
d. Menggunakan keuntungan
perusahaan untuk memperluas usaha.
e. Patuh membayar pajak.
f. Mampu mengolah limbah
perusahaan, sehingga tidak menimbulkan pencemaran.
v
Perilaku produsen yang
merugikan
1. Tidak memiliki keahlian pengusaha.
2. Fungsi-fungsi pengusaha,
seperti penerapan fungsi manajemen planning, organizing, actuating and
controlling tidak efektif dan terjadi pemborosan.
3. Biaya produksi lebih besar dari
hasil penjualan, sehingga perusahaan menderita kerugian.
4. Pajak tidak dibayar.
5. Perolehan kredit dari bank
tidak digunakan untuk menyehatkan perusahaan, tetapi digunakan untuk
kepentingan pribadi.
6. Limbah industri perusahaan
mencemari sungai dan udara sekitarnya.

