A. JELASKAN TENTANG PENGERTIAN KOMUNIKASI , KOMUNIKASI INFORMAL & JARINGAN KOMUNIKASI.
Komunikasi adalah suatu interaksi yang saling berhubungan antara satu sama lain sehingga tercapailah sebuah keselarasan.
Jaringan komunikasi adalah serangkaian interkoneksi antara beberapa komonikasi yang ada seperti komunikasi informal, formal, maupun non formal . seperti jaringan komunikasi suatu perusahan dalam memasarkan produk barunya meraka memanfaatkan jaringan komunikasi tersebut baik secara formal dengan melakukan demo produk ke perusahaan yang sudah berkerja sama maupun non formal dengan cara disebarkan melalui rekomendasi produsen disosial media.
B. PENGERTIAN , JENIS ATAU TIPE
PENGAWASAN
Pengawasan merupakan proses kegiatan untuk memastikan dan
menjamin bahwa tujuan dan sasaran serta tugas-tugas organisasi akan dan telah
terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana, kebijakan, instruksi dan
ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan. Pengawasan berfungsi untuk mencegah
secara dini kemungkinan terjadinya penyimpangan, pemborosan, penyelewengan,
hambatan, kesalahan dan kegagalan dalam pencapaian tujuan dan sasaran serta
pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Jenis-jenis pengawasan
antara lain:
Ø Pengawasan Melekat, adalah
serangkaian kegiatan yang bersifat sebagai pengendalian secara bijak yang
dilakukan oleh atasan langsung terhadap bawahannya, secara preventif atau
represif agar pelaksanaan tugas bawahan tersebut berjalan secara efektif dan
efisien sesuai dengan rencana kegiatan dan peraturan perundangan yang berlaku.
Ø Pengawasan Fungsional,
merupakan pengawasan yang dilakukan oleh aparat atau pejabat yang tugas
pokoknya khusus membantu pimpinan untuk melaksanakan tugasnya masing-masing,
pengawasan fungsional biasanya bersifat internal.
Ø Pengawasan Teknis Fungsional, setiap
instansi berkewajiban untuk melakukan pengawasan agar kebijakan-kebijakan
negara sesuai dengan bidang tugas pokoknya masing-masing, ditaati oleh
masyarakat maupun aparatur.
Ø Pengawasan Legislatif, dikenal
juga dengan pengawasan politik, merupakan fungsi yang dimiliki parlemen di
samping fungsi legislasi dan budgeting. Pengawasan legislative ditujukan pada
pengawasan terhadap pelaksanaan UUD 1945, Hukum dan peraturan pelaksanaannya
yang termanifestasikan pada hak interpelasi, hak angket, dan hak menyatakan
pendapat.
Ø Pengawasan yudikatif,
merupakan salah satu fungsi Mahkamah Agung untuk mengawasi peraturan di bawah
UU, sedangkan Mahkamah Konstitusi berwenang secara formal untuk menguji UU
terhadap UUD 1945.
Tipe-Tipe Pengawasan
Dalam pengawasan terdapat beberapa tipe pengawasan seperti
yang diungkapkan Winardi (2000, hal. 589).
a. Pengawasan Pendahuluan (preliminary control) .
b. Pengawasan pada saat kerja berlangsung (cocurrent control)
.
c. Pengawasan Feed Back (feed back control) .
C. PENGEMBANGAN ORGANISASI DAN
PERUBAHAN ORGANISASI
PERUBAHAN DAN PENGEMBANGAN ORGANISASI (CHANGE AND ORGANIZATION
DEVELOPMENT )
Perubahan Dan Pengembangan Organisasi
Manajer senatiasa mengantisipasi perubahan-perubahan dalam
lingkungan yang akan mensyaratkan penyesuaian-penyesuaian disain organisasi diwaktu
yang akan datang. Perubahan-perubahan dalam lingkungan organisasi dapat
disebabkan oleh kekuatan internal dan kekuatan eksternal. Berbagai kekuatan
eksternal dapat menekan organisasi untuk mengubah tujuan, struktur dan
operasinya. Sedangkan perubahan dari faktor seperti tujuan, kebijakan manajer,
sikap karyawan, strategi dan teknologi baru juga dapat merubah organisasi.
Cara Penanganan Perubahan
Cara menangani perubahan organisasi memerlukan pendekatan.
Cara pertama adalah konsep perubahan reaktif dan yang kedua program perubahan
yang direncanakan ( Planed Cange )
Pada cara pertama biayanya murah dan sederhana serta ditangani
secara cepat, di mana manajer akan memberikan reaksi setelah masalah terjadi.
Misalnya bila peraturan pemerintah baru mensyaratkan perusahaan untuk mempunyai
perlindungan terhadap kebakaran mungkin manajer membeli alat-alat kebakaran.
Pendekatan yang kedua atau juga disebut proses produktif,
thomas dan Bennis mendefinisikan perubahan yang direncanakan sebagai
perencanaan dan implementasi inovasi struktural, kebijaksanaan secara sengaja.
Pendekatan ini tepat bila keseluruhan atau sebagaian besar satuan organisasi
menyiapkan diri untuk menyesuaikan dengan perubahan.
Penolakan Terhadap Perubahan
Ada tiga sumber penolakan terhadap perubahan yaitu :
1. Ketidak pastian tentang akibat dan pengaruh perubahan
2. Ketidak pastian untuk melepaskan keuntungan-keuntungan yang
ada
3. Pengetahuan akan kelemahan-kelemahan dalam perubahan yang
diusulkan.
Peoses Pengelolaan Perubahan
Proses perubahan harus mencakup dua gagasan dasar untuk
mencapai kualifikasi organisasi. Pertama ada retribusi kekuasaan dalam struktur
organisasi, kedua retribusi ini dihasilkan dari proses perubahan yang bersifat
pengembangan.
Pendekatan Perubahan Organisasi
Harold J. Leavitt menyatakan bahwa organisasi dapat diubah
melalui pengubahan struktur, teknologi dan atau orang-orangnya.
Pendekatan Struktur
Pengubahan struktur organisasi menyangkut modifikasi dan
pengaturan sistem internal, seperti acuan kerja, ukuran dan komposisi kelompok
kerja, sistem komunikasi, hubungan-hubungan tanggung jawab atau wewenang.
Pendekatan struktural dibagi menjadi tiga kelompok yang terdiri dari :
Pertama melalui aplikasi prinsip-prinsip perancangan organisai
klasik. Pendekatan ini berusaha untuk memperbaiki penciptaan pembagian kerja
yang tepat dari tanggung jawab jabatan para anggota organisasi, pengubahan
rentang manajemen, deskripsi jabatan dan sebagainya.
Kedua desentralisasi. Hal ini didasarkan pada penciptaan
satuan-satuan organisasi yang lebih kecil dan dapat berdiri sendiri dan
memutuskan perhatian pada kegiatan yang berorientasi tinggi. Hasilnya perbaikan
prestasi kerja. Ketiga modifikasi aliran kerja dalam organisasi. Pendekatan ini
didasarkan pada pemikiran bahwa aliran kerja dan pengelompokan keahlian yang
tepat akan berakibat kenaikan produktifitas secara langsung dan cenderung
memperbaiki semangat dan kepuasan kerja.


.jpg)

