TEKNOLOGI KESEHATAN
Computerized
Tomography Scanning atau yang lebih di kenal dengan nama CT-scan mempunyai
prinsip kerja yang sama dengan rontgen, yaitu menggunakan sinar-X. Perbedaannya
terletak pada gambar yang dihasilkan, dan juga cara kerjanya. Sinar-Xmempunyai
sifat tidak dibelokkan oleh medan listrik dan magnet serta mempunyai daya tembus yang sangat besar
terhadap suatu benda. Karena itu sinar-X digunakan dalam alat-alat medis untuk
melihat kenampakan tubuh manusia dan memeriksa kelainan dalam tubuh manusia
yang tidak bisa di lihat dengan mata telanjang. Berikut ini merupakan
istilah-istilah lain dari CT-Scan yang biasa digunakan, diantaranya:
a)
Computed
/ Computerized Tomography (CT)
b)
Computed
Axial Tomography (CAT)
c)
Computerized
Aided Tomography
d)
Computerize
Transverse Axial Tomography (CTAT)
e)
Recontructive
Tomography (RT)
f)
Computed
Transmission Tomography (CAT)
g)
Pada
akhirnya, ditetapkan oleh " Radiology and American Journal of Roentgenology" dengan istilah Computed
Tomography (CT)
CT Scan terdiri atas tiga
system bagian antara lain :
1. System pemrosesan citra
Bagian yang
secara langsung dengan obyek yang diamati (pasien) terdiri atas sumber sinar
x,system control, datektor dan akusisi data. Bagian keluaran dari system
pemroses citra, adalah sekumpulan detector yang dilengkapi system akusisi data.
Detector adalah alat untuk mengubah besaran fisik dalam hal iniradiasi menjadi
besaran listrik. System akusisi data terdiri atas system pengkondisi sinyal dan interface (antarmuka) analog ke computer. Pencatatan
dilakukan dengan tiga pesawat detector, dua diantaranya berfungsi menerima sinar
yang menembus objek, detector yang ketiga berfungsi mengukur intensitas sinar x
yang menembus objek.
2. System computer dan kendali
Berfungsi
mengontrol x-ray tube, menyimpan data, melakukan proses tomography.
Bagian-bagian simtem computer yang digunakan ct scan adalah :
a.
Prosesor Membaca
atau menginterprestasikan intruksi, melakukan eksekusi, dan menyimpan
hasil-hasil dalam memory, CPU yang digunakan bus data 16,32atau 64 bit. Tipe
kompuer yang digunakan bisa mikro computer dan bisamini computer, namun harus
memenuhi unjuk kerja dan kecepatan baisystem CT scan.
b.
Hardisk Hardisk
mempunyai fungsi untuk menyimpan data dalam software.
c.
System
I/O3)
3. Stasiun operasi dan stasiun pengamat
Hasilnya dapat dilihat langsung pada monitor
komputer ataupun dicetak ke film. CT scan bisanya pada umumnya dilengkapi
dengan dua buah monitor dengan dan keyboard. Operasion station
mempunyai fungsi sebagai operator control untuk mengontrol beberapa parameter scan seperti tegengan anoda, waktu scan dan besarnya arus filamen.Viewer
station mempunyai fungsi untuk memanipulasi system pemroses citra. Bagian ini mempunyai
system control yang dihubungkan dengan system keluaran seperti harcopy film,
magnetic tape, dan peper print out. Dari bagian ini dapat dilakukan pekerjaan
untuk mendiagnosa hasil scanning. CT scan hampir dapat digunakan untuk menilai
semua organ dalam tubuh, bahkan di luar negeri sudah digunakan sebagai alat
skrining menggantikan foto rontgen dan ultra sonografi. Yang penting pada
pemeriksaan CT scan adalah pasien yang
akan melakukan pemeriksaan bersikap kooperatif artinya tenang dan tidak
bergerak saat proses perekaman. CT scan sebaiknya digunakan untuk:
a)
Menilai
kondisi pembuluh darah misalnya pada penyakit jantung koroner,
emboli paru, aneurisma (pembesaran pembuluh darah) aorta dan berbagai kelainan pembuluh
darah lainnya.
b)
Menilai
tumor atau kanker misalnya metastase (penyebaran kanker), letak kanker,dan
jenis kanker.
c)
Kasus
trauma /cidera misalnya trauma kepala, trauma tulang belakang dan trauma lainnya
pada kecelakaan. Biasanya harus dilakukan bila timbul penurunan kesadaran,
muntah, pingsan ,atau timbulnya gejala gangguan saraf lainnya.
d)
Menilai
organ dalam, misalnya pada stroke, gangguan organ pencernaan dll
e)
Membantu
proses biopsy jaringan atau proses drainase/pengeluaran cairan yang menumpuk di
tubuh. Disini CT scan berperan sebagai “mata” dokter untuk melihat lokasi
yang tepat untuk melakukan tindakan.
f)
Alat
bantu pemeriksaan bila hasil yang dicapai dengan pemeriksaan radiologi lainnya
kurang memuaskan atau ada kondisi yang tidak memungkinkan anda melakukan
pemeriksaan selain CT scan.
Citra atau gambar yang dihasilkan dari sinar-X ini
sifatnya adalah membuat gambar 2dimensi dari organ tubuh yang dicitrakan dengan
memanfatkan konsep atenuasi berkasradiasi pada saat berinterakasi dengan
materi. Gambar atau citra objek yang diinginkan kemudian direkam dalam media
yang kemudian dikenal sebagai film. Dari gambar yang diproduksi di film inilah
informasi medis dapat digali sesuai dengan kebutuhan klinis yang akan
dianalisis.
Setelah puluhan tahun sinar-X ini mendominasi dunia
kedokteran, terdapat kelemahan yaitu objek organ tubuh kita 3 dimensi dipetakan
dalam gambar 2 dimensi. Sehingga akanter
jadi saling tumpah tindih stukur yang dipetakan, secara klinis informasi yang
direkam difilm dapat terdistorsi. Tahun 1971, seorang fisikwan bernama
Hounsfield memperkenalkan sebuah hasil invensinya yang dikenal dengan Computerized
Tomography atau yang lazim dikenal dengan nama CT-Scan.
Invensi Hounsfield ini menjawab tantangan kelemahan citra sinar-X
konvensional yaitu CT dapat mencitrakan objek dalam 3 Dimensi yang tersusun
atas irisan-irisan gambar (tomography)
yang dihasilkan dari perhitungan algoritma komputer.
Karya Hounsfield ini menjadi revolusi besar-besaraan dalam
dunia pencitraan medis atau kedokteran yang merupakan rangkaian yang berkaitan.
Citra/gambar hasil CT dapat menujukan struktur tubuh kita secara 3 dimensi,
sehingga secara medis dapat dijadikan sebagai sebuah alat bantu untuk
penegakkan diagnosa yang dibutuhkan. Untuk mengabadikan penemunya dalam CT
terdapat bilangan CT atau Hounsfield Unit (HU), namun penemuan ini juga
merupakan jasa Radon dan Cormack.
Dalam dunia kedokteran telah ditandai munculnya penggunaan
computer yaitu dengan menggunakan sistem CAT ( Computerized Axial Tomography)
yang digunakan untuk menggambar struktur otak dan mengambil gambar seluruh
organ tubuh yang tidak bergerak dengan cara menggunakan sinar X. Sedangkan
untuk yang bergerak, menggunakan sistem DSR ( Dynamic Spatial Reconstructor)
yaitu melihat gambar dari berbagai sudut organ tubuh. SPECT (Single Photon
Emission Computer Tomography) merupakan suatu sistem komputer yang
menggunakan gas radioaktif untuk mendeteksi partikel-partikel tubuh yang ditampilkan
dalam bentuk gambar. Bentuk lain adalah PET ( Position EmissionTomography) yang
merupakan suatu sistem komputer yang menampilkan gambar yang menggunakan isotop
radioaktif. Selain itu NMR (Nuclear Magnetic Resonance) yaitu
teknik mendiagnosa dengan cara memagnetikkan nucleus (pusat atom) dari atom
hidrogen. Prinsip kerja dari CT scan yaitu, Film yang menerima proyeksi sinar
diganti dengan alat detektor yang dapat mencatat semua sinar secara
berdispensiasi.
Pencatatan dilakukandengan
mengkombinasikan tiga pesawat detektor, dua di antaranya menerima sinar yang telah
menembus tubuh dan yang satu berfungsi sebagai detektor aferen yang mengukur intensitas
sinar rontgen yang telah menembus tubuh dan penyinaran dilakukan
menurut proteksi dari tiga titik, menurut posisi jam 12, 10 dan jam 02 dengan memakai waktu 4,5menit.
Sinar-X yang mengalami atenuasi, setelah menembus objek diteruskan ke
detektoryang mempunyai sifat sangat sensitive dalam menagkap perbedaan atenuasi
dari sinar-X yang kemudian mengubah sinar-X tersebut menjadi signal-signal
listrik. Kemudian signal-signal listrik tersebut diperkuat oleh Photomultiplier
Tube sinar-X. Data dalam bentuksignal-signal listrik tersebut diubah kedalam
bentuk digital oleh Analog to DigitalConverter (ADC),
yang kemudian masuk ke dalam system computer dan diolah olehcomputer. Kemudian Data Acquistion System
(DAS) melakukan pengolahan data dalam bentuk data-data digital atau
numerik. Data-data inilah yang merupakan informasi komputer dengan rumus
matematika atau algoritma yang kemudian
direkonstruksi dan hasil rekonstruksi tersebut ditampilkan padalayar TV monitor
berupa irisan tomography dari objek yang dikehendaki yaitu dalam bentuk gray
scale image yaitu suatu skala dari kehitaman dan keputihan. Pada CT
Scanner mempunyai koefisien atenuasi linear yang mutlak dari suatu jaringan
yang diamati, yaitu berupa CT Number,
Tulang memiliki nilai besaran CT Number yang
tertinggi yaitu sebesar 1000 HU
(Hounsfield Unit), dan udara mempunyai nilai CT Number yang terendah yaitu
-1000 HU (Hounsfield Unit), sedangkan sebagai standar digunakan air yang
memilikiCT Number 0 HU (Hounsfield Unit). Nilai diatas merupakan nilai pada pesawat CT
yang memiliki faktor pembesaran konstan 1000, untuk memperjelas suatu struktur yang
satu dengan struktur yang lainnya yang mempunyai nilai perbedaan koefisien atenuasi kurangdari 10% maka dapat digunakan
window width untuk memperoleh rentang yang lebih luas.


